Rabu, 05 Maret 2014

Link Iklan "Anget Sari"

https://www.youtube.com/watch?v=vnDalMJtExk&feature=youtube_gdata_player

Link Iklan "Royco"

https://www.youtube.com/watch?v=k0iIENoG1Sk&feature=youtube_gdata_player

Link Iklan "Pepsodent Sensitive Expert"

https://www.youtube.com/watch?v=Se-KGQYJPSU&feature=youtube_gdata_player

Analisis Iklan

IKLAN “PEPSODENT SENSITIF EXPERT

Laki-laki 1: Air es? Gigimu kan sensitif?
Laki-laki 2: Tapi dengan pasta gigi sensitif  ngilunya hilang.
Laki-laki 1: Tapi akar masalahnya belum hilang. Pasta gigi biasa hanya bekerja sementara seperti luka bakar yang disiram air dingin. Namun, akar masalahnya belum hilang. 
Pepsodent sensitif expert  tak hanya redakan ngilu dalam tiga puluh detik tapi juga atasi akar masalahnya  membantu memerbaiki email menjaga gusi tetap kuat .
Laki-laki 1: Ngilu hilang?
Laki-laki 2: gigi sensitif, ga deh!
Pepsodent sensitif  expert!

1.      Inisiasi
Laki-laki 1: Air es? Gigimu kan sensitif?
2.      Respon
Laki-laki 2: Tapi dengan pasta gigi sensitif  ngilunya hilang
Respon yang disampaikan oleh laki-laki 2 berupa respon tidak langsung karena laki-laki 2 mengomentari pertanyaan laki-laki 1 dengan sangkalan. Inisiasi dan respon di atas merupakan pasangan berdampingan atau pasangan berdekatan berbentuk keluhan-bantahan. Keluhan disampaikan oleh laki-laki 1, sedangkan bantahan disampaikan oleh laki-laki 2.
3.      Feedback
Laki-laki 1: Tapi akar masalahnya belum hilang. Pasta gigi biasa hanya bekerja sementara seperti luka bakar yang disiram air dingin. Namun, akar masalahnya belum hilang .

4.      Model Struktur Iklan
4.1  Butir Utama Iklan
Butir utama iklan dalam iklan ini menggunakan proposisi yang membangkitkan rasa ingin tahu para calon konsumen. Rasa ingin tahu itu bisa menimbulkan pertanyaan bagi calon konsumen tentang pasta gigi apa yang bisa menghilangkan rasa ngilu gigi sensitif. Selain menggunakan proposisi yang membangkitkan rasa ingin tahu, iklan ini juga menggunakan proposisi yang menarik perhatian konsumen khusus, yakni konsumen yang mengalami keluhan ngilu karena gigi sensitif. Berikut ini transkripsi pembicaraan yang ada dalam iklan “Pepsodent Sensitif Expert”.

Laki-laki 1: Air es? Gigimu kan sensitif?
Laki-laki 2: Tapi dengan pasta gigi sensitif  ngilunya hilang.
Laki-laki 1: Tapi akar masalahnya belum hilang. Pasta gigi biasa hanya bekerja sementara seperti luka bakar yang disiram air dingin. Namun, akar masalahnya belum hilang . 

4.2  Badan Iklan
Pepsodent sensitif expert  tak hanya redakan ngilu dalam tiga puluh detik tapi juga atasi akar masalahnya  membantu memerbaiki email menjaga gusi tetap kuat .

Kata-kata yang bercetak tebal merupakan badan iklan yang menggunakan proposisi subjektif .

4.3  Penutup Iklan
Berikut ini merupakan bagian penutup iklan “Pepsodent Sensitif Expert” yang menggunakan pengembangan teknik lunak dan butir pasif.

Laki-laki 1: Ngilu hilang?
Laki-laki 2: gigi sensitif, ga deh!
Pepsodent sensitif  expert!

Teknik lunak yang digunakan berupa penekanan kualitas produk yang dapat menghilangkan ngilu gigi sensitif. Penekanan ini dilakukan agar konsumen ingat dan akan membeli produk ini ketika mengalami ngilu karena gigi sensitif. Selanjutnya, butir pasifnya berbentuk slogan yang diujarkan, dan merk dagang yang ditampilkan di layar televisi, yakni Unilever.

IKLAN “ROYCO”

Laki-laki: Tantangan rasa ayam Royco. Coba deh! (sambil menunjuk ke mangkuk berisi sup)
Perempuan: (Mengerutkan dahi)
Laki-laki: Kalau yang pakai Royco ayam?
Perempuan: Kaldu ayamnya mantap banget!
Laki-laki: Yes!
Royco rasa ayamnya lima kali lebih kuat! Sekarang tahukan kaldu mana yang lebih berasa ayamnya?

1.      Inisiasi (pemicu)
Laki-laki: Tantangan rasa ayam Royco. Coba deh! (sambil menunjuk ke mangkuk berisi sup).
Laki-laki: Kalau yang pakai Royco ayam?
2.      Respon
Perempuan: (Mengerutkan dahi)
Perempuan: Kaldu ayamnya mantap banget!

Kedua respon yang digunakan berbentuk respon tidak langsung karena si perempuan tidak langsung menjawab dengan jawaban ya atau tidak tetapi justru mengomentari pertanyaan. Respon pertama disampaikan dengan cara mengerutkan dahi (nonverbal), sedangkan respon kedua disampaikan secara verbal.
Terdapat pasangan berdampingan berdasarkan inisiasi dan respon dalam iklan ini. Pasangan berdampingan tersebut, yaitu.
Penawaran-penolakan:
Laki-laki: Tantangan rasa ayam Royco. Coba deh! (sambil menunjuk ke mangkuk berisi sup)
Perempuan: (Mengerutkan dahi)
Penawaran-penerimaan:
Laki-laki: Kalau yang pakai Royco ayam?
Perempuan: Kaldu ayamnya mantap banget!

3.      Feedback
Laki-laki: Yes!

4.      Model Struktur Iklan
4.1  Butir Utama Iklan
Laki-laki: Tantangan rasa ayam Royco. Coba deh! Kalau yang pakai Royco ayam?

Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan butir utama iklan yang menggunakan proposisi untuk membangkitkan rasa ingin tahu para calon konsumen. Rasa ingin tahu itu bisa meliputi pertanyaan seperti: mengapa Royco memberikan tantangan? apa yang ingin produk Royco buktikan?

Laki-laki: Tantangan rasa ayam Royco. Coba deh! Kalau yang pakai Royco ayam?

Kata-kata yang bercetak tebal juga bagian dari butir utama iklan yang menggunakan proposisi untuk memberi komando atau perintah kepada calon pembeli.

4.2  Badan Iklan
Perempuan: Kaldu ayamnya mantap banget!
Royco rasa ayamnya lima kali lebih kuat!

Bagian badan iklan ini mengandung proposisi alasan subjektif karena setiap orang memiliki ukuran rasa yang berbeda sehingga kekuatan rasa produk Royco ini tidak bisa terukur dan tidak bisa dibuktikan secara langsung karena akan menimbulkan pendapat yang beragam.

4.3  Penutup Iklan
Penutup iklan ini termasuk dalam kategori campuran teknik lunak dan butir pasif. Perhatikan penggalan iklan berikut.
Sekarang tahukan kaldu mana yang lebih berasa ayamnya!
Teknik lunak dilakukan dengan penekanan keunggulan produk agar konsumen mengingat produk yang kaldu ayamnya lebih terasa.
Dikatakan pula bahwa penutup iklan ini menggunakan butir pasif karena disertakannya merk dagang, yakni  Unilever di layar televisi.

IKLAN “ANGET SARI”

Perempuan : Kedinginan?
Laki-laki : Iya nih, kehujanan.
Perempuan : Minum Anget Sari susu jahe. Anget Sari hangatkan badan, hilangkan capek.
Anget Sari ya Anget Sari
Angeeet! Forisa!

1.      Inisiasi (pemicu)
Perempuan : Kedinginan?

2.      Respon
Laki-laki : Iya nih, kehujanan.

Respon langsung karena menjawab pertanyaan.

3.      Feedback
Perempuan : Minum Anget Sari susu jahe. Anget Sari hangatkan badan, hilangkan capek.

Pasangan berdampingannya berupa penawaran-penerimaan. Penerimaan yang dilakukan dengan bahasa nonverbal berupa tindakan meminum Anget Sari yang ditawarkan perempuan.

4.      Model Struktur Iklan
4.1  Butir Utama Iklan
Perempuan : Minum Anget Sari susu jahe. Anget Sari hangatkan badan, hilangkan capek.
Butir utama iklan ini menggunakan proposisi yang membangkitkan rasa ingin tahu calon konsumen. Rasa ingin tahu itu bisa meliputi pertanyaan seperti: mengapa Anget Sari dianjurkan untuk diminum ketika dingin? Kalimat tersebut juga merupakan proposisi yang memberikan komando atau perintah untuk meminum produk Angat Sari.

4.2  Badan Iklan
Perempuan : Minum Anget Sari susu jahe. Anget Sari hangatkan badan, hilangkan capek.
Bagian badan iklan ini mengandung proposisi alasan campuran subjektif dan objektif. Alasan subjektif ditunjukkan pada kata-kata “hilangkan capek”, sedangkan alasan objektif terdapat pada kata “hangatkan badan” karena jahe memang telah terbukti sebagai tanaman umbi-umbian yang dapat menghangatkan badan.

4.3  Penutup Iklan
Penutup iklan ini termasuk dalam kategori campuran teknik lunak dan butir pasif. Perhatikan penggalan iklan berikut.
Anget Sari ya Anget Sari
Angeeet!
Forisa!
Teknik lunak dilakukan dengan penekanan keunggulan produk agar konsumen mengingat produk Anget Sari yang dapat menghangatkan badan. Penutup iklan ini juga menggunakan butir pasif karena menyebutkan merk dagang yang diucapkan sambil dinyanyikan, yakni  Forisa.