Senin, 24 Februari 2014

Tiga Perspektif Wacana


Kelebihan dan Kelemahan Tiga Perspektif dalam Memandang Wacana

1.      Perspektif Struktural
1.1  Kelebihan Perspektif Struktural dalam Memandang Wacana
Perspektif struktural memiliki kelebihan dalam hal kelengkapan struktur dan komponen wacana sesuai dengan kaidah sintaksis. Kelengkapan struktur dan komponen wacana dapat memperjelas penyampaian ide pokok dalam suatu wacana. Kelebihan wacana dalam perspektif struktural selanjutnya adalah memungkinkannya pemberian contoh wacana tulisan dan lisan yang baik sesuai dengan struktur gramatikal, dan tata bahasanya kepada pendengar dan pembaca wacana sehingga dalam proses ke depannya pendengar dan pembaca akan terbiasa dengan aturan ketatabahasaan yang teratur.

1.2  Kelemahan Perspektif Struktural dalam Memandang Wacana
Perspektif struktural yang menekankan pada struktur dan komponen pembangun wacana ini juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, wacana dengan perspektif struktural jika tidak ditempatkan dalam konteks yang tepat akan menimbulkan beberapa masalah. Konteks yang dimaksud meliputi konteks sosial, tempat, dan waktu. Kedua, wacana dengan perspektif struktural, baik wacana lisan maupun tulisan biasanya disampaikan atau dituliskan dengan paparan atau penjelasan yang panjang lebar sehingga pada beberapa orang yang memang sulit untuk memokuskan perhatian, justru akan kesulitan menerima ide pokok atau pesan yang ingin disampaikan. Ketiga, wacana  dengan perspektif struktural juga tidak sesuai jika diaplikasikan dalam wacana sastra, meskipun tidak menutup kemungkinan hal ini bisa dilakukan. Namun, sejauh ini wacana sastra memang memiliki karakteristik tersendiri untuk mendapatkan nilai estetiknya.

1.3 Contoh Wacana dengan Perspektif Struktural
Pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang membakar pemukiman warga di kawasan Kelayan A Banjarmasin. Para warga turut membantu memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya.

2.      Perspektif Fungsional
2.1  Kelebihan Perspektif Fungsional dalam Memandang Wacana
Wacana dalam perspektif fungsional memiliki kelebihan dalam hal kecepatan pemberian dan penerimaan pesan atau ide pokok yang ingin disampaikan kepada pembaca dan pendengar. Wacana fungsional yang menekankan pada fungsi wacana ini tidak memberikan kesan berbelit-belit. Selain itu, waktu yang diperlukan dalam penyampaian wacana perspektif fungsional juga relatif singkat sehingga cocok digunakan untuk komunikasi sehari-hari atau situasi yang tidak formal, seperti pembicaraan ketika melakukan jual beli di pasar.

2.2  Kelemahan Perspektif Fungsional dalam Memandang Wacana
Penekanan fungsi wacana tanpa memerhatikan struktur dan komponen wacana akan menimbulkan kesalahpahaman akibat beragamnya interpretasi yang dihasilkan. Wacana lisan dan tulisan yang berperspektif fungsional sangat memerlukan kejelian dalam memaknainya guna mendapatkan pesan atau ide pokok yang ada dalam wacana tersebut. Penggunaan wacana perspektif fungsional berbentuk tulisan akan mengalami kendala dalam memahaminya jika tulisan tersebut dilihat atau dibaca oleh orang yang tidak berada di tempat ketika wacana tersebut dibuat.

2.3  Contoh Wacana dengan Perspektif Fungsional
a.       Besok ujian!
b.      Masuk!
c.       Duduk!
d.      Keluar!
(Fungsinya sebagai pemberitahuan dan perintah).

3.      Perspektif Struktural Fungsional
3.1  Kelebihan Perspektif Struktural Fungsional dalam Memandang Wacana
Perspektif strktural fungsional memang memberikan pilihan yang menarik dalam pembentukan wacananya. Wacana dengan perspektif struktural fungsional menawarkan pembentukan wacana yang sistematis sesuai dengan kaidah sintaksis dan memiliki fungsi yang mendukung pembentukan makna wacana tersebut. Hal ini memberikan kemudahan bagi pembaca ataupun pendengar untuk menerima dan memahami wacana yang baik berdasarkan tata bahasa dan fungsinya.

3.2  Kelemahan Perspektif Struktural Fungsional dalam Memandang Wacana
      Wacana dengan perspektif struktural fungsional tidak memungkinkan untuk diterapkan dalam situasi dan kondisi dengan waktu yang terbatas atau relatif singkat.

3.3  Contoh Wacana dengan Perspektif Struktural Fungsional
Ketika ujian akhir semester, pihak kampus melarang mahasiswa mengenakan pakaian dengan warna mencolok. Oleh karena itu, pihak kampus mewajibkan mahasiswa untuk mengenakan pakaian hitam putih.