Kelebihan
dan Kelemahan Tiga Perspektif dalam Memandang Wacana
1.
Perspektif Struktural
1.1 Kelebihan
Perspektif Struktural dalam Memandang Wacana
Perspektif struktural
memiliki kelebihan dalam hal kelengkapan struktur dan komponen wacana sesuai
dengan kaidah sintaksis. Kelengkapan struktur dan komponen wacana dapat
memperjelas penyampaian ide pokok dalam suatu wacana. Kelebihan wacana dalam
perspektif struktural selanjutnya adalah memungkinkannya pemberian contoh
wacana tulisan dan lisan yang baik sesuai dengan struktur gramatikal, dan tata bahasanya
kepada pendengar dan pembaca wacana sehingga dalam proses ke depannya pendengar
dan pembaca akan terbiasa dengan aturan ketatabahasaan yang teratur.
1.2 Kelemahan
Perspektif Struktural dalam Memandang Wacana
Perspektif
struktural yang menekankan pada struktur dan komponen pembangun wacana ini juga
memiliki beberapa kelemahan. Pertama, wacana dengan perspektif struktural jika
tidak ditempatkan dalam konteks yang tepat akan menimbulkan beberapa masalah.
Konteks yang dimaksud meliputi konteks sosial, tempat, dan waktu. Kedua, wacana
dengan perspektif struktural, baik wacana lisan maupun tulisan biasanya
disampaikan atau dituliskan dengan paparan atau penjelasan yang panjang lebar
sehingga pada beberapa orang yang memang sulit untuk memokuskan perhatian, justru
akan kesulitan menerima ide pokok atau pesan yang ingin disampaikan. Ketiga, wacana dengan perspektif struktural juga tidak
sesuai jika diaplikasikan dalam wacana sastra, meskipun tidak menutup
kemungkinan hal ini bisa dilakukan. Namun, sejauh ini wacana sastra memang
memiliki karakteristik tersendiri untuk mendapatkan nilai estetiknya.
1.3
Contoh Wacana dengan Perspektif Struktural
Pemadam
kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang membakar pemukiman warga di
kawasan Kelayan A Banjarmasin. Para warga turut membantu memadamkan kobaran api
dengan peralatan seadanya.
2.
Perspektif Fungsional
2.1 Kelebihan
Perspektif Fungsional dalam Memandang Wacana
Wacana dalam
perspektif fungsional memiliki kelebihan dalam hal kecepatan pemberian dan
penerimaan pesan atau ide pokok yang ingin disampaikan kepada pembaca dan
pendengar. Wacana fungsional yang menekankan pada fungsi wacana ini tidak
memberikan kesan berbelit-belit. Selain itu, waktu yang diperlukan dalam
penyampaian wacana perspektif fungsional juga relatif singkat sehingga cocok
digunakan untuk komunikasi sehari-hari atau situasi yang tidak formal, seperti
pembicaraan ketika melakukan jual beli di pasar.
2.2 Kelemahan
Perspektif Fungsional dalam Memandang Wacana
Penekanan fungsi
wacana tanpa memerhatikan struktur dan komponen wacana akan menimbulkan
kesalahpahaman akibat beragamnya interpretasi yang dihasilkan. Wacana lisan dan
tulisan yang berperspektif fungsional sangat memerlukan kejelian dalam memaknainya
guna mendapatkan pesan atau ide pokok yang ada dalam wacana tersebut.
Penggunaan wacana perspektif fungsional berbentuk tulisan akan mengalami
kendala dalam memahaminya jika tulisan tersebut dilihat atau dibaca oleh orang
yang tidak berada di tempat ketika wacana tersebut dibuat.
2.3 Contoh
Wacana dengan Perspektif Fungsional
a. Besok
ujian!
b. Masuk!
c. Duduk!
d. Keluar!
(Fungsinya sebagai pemberitahuan
dan perintah).
3.
Perspektif Struktural Fungsional
3.1 Kelebihan
Perspektif Struktural Fungsional dalam Memandang Wacana
Perspektif
strktural fungsional memang memberikan pilihan yang menarik dalam pembentukan
wacananya. Wacana dengan perspektif struktural fungsional menawarkan
pembentukan wacana yang sistematis sesuai dengan kaidah sintaksis dan memiliki
fungsi yang mendukung pembentukan makna wacana tersebut. Hal ini memberikan
kemudahan bagi pembaca ataupun pendengar untuk menerima dan memahami wacana
yang baik berdasarkan tata bahasa dan fungsinya.
3.2 Kelemahan
Perspektif Struktural Fungsional dalam Memandang Wacana
Wacana dengan perspektif struktural fungsional tidak memungkinkan untuk diterapkan dalam situasi dan kondisi dengan waktu yang terbatas atau relatif singkat.
Wacana dengan perspektif struktural fungsional tidak memungkinkan untuk diterapkan dalam situasi dan kondisi dengan waktu yang terbatas atau relatif singkat.
3.3 Contoh
Wacana dengan Perspektif Struktural Fungsional
Ketika ujian
akhir semester, pihak kampus melarang mahasiswa mengenakan pakaian dengan warna
mencolok. Oleh karena itu, pihak kampus mewajibkan mahasiswa untuk mengenakan
pakaian hitam putih.